Menu

Mode Gelap

Politik Pemerintahan · 23 Mar 2026 WITA


					Perbesar

Bukan Kritik, Tapi Pembunuhan Karakter

Gowa, baktionline.id

Pembunuhan Karakter di Era Digital Bukan Bagian dari Kritik..!
(Potret dari sebuah Kritik di era digital yang kebablasan)

Oleh : Sarifudin Maulana

Belakangan ini media social saya menampilkan berita yang kurang elok dan terkesan mendiskreditkan pemimpin daerah, dimana saya berdomisili, sangan banyak dan hamper taka da counter sama sekali atau bahkan klarifikasi dari pihak manapun, bahkan serangan ini bertubi-tubi dilancarkan kepada pemimpin daerah saya. Entah ini sudah dalam bagian By Design atau memang ini mengalir secara natural saja sebagai bentuk keterbukaan informasi publik yang saya anggap sangat kebablasan, bahkan sudah menyerang secara personal.

Kabupaten Gowa memiliki banyak catatan history yang menggaung secara nasional maupun internasional, kita patut berbangga dengan capaian yang dilakukan oleh pemimpin terdahulu bahkan di era sekarang yang telah menerima tongkat estafet kepemimpinan, tetapi ini bukan akhir dari berbagai kemelut dan problem yang lazim adanya di lingkaran social (Public), kita diperhadapkan dengan berbagai tampilan media social yang saat ini sudah vulgar hadir ingin memberangus nilai culture kita sebagai orang gowa.

Pemimpin ditengah Hantaman Digitalisasi

Era digital saat ini masuk sebagai trend baru dan sebagai bagian dari peradaban modern yang dikemas dengan bentuk layar kecil yang menggiring pikiran kita menjadi gamang, dan bahkan ambigu dengan realitas kekinian, digitalisasi yang kini menjadi pisau bermata dua suatu saat akan bisa saja membunuh dengan segala asumsi liar yang mudah bersliweran di dalam layar kecil gadget kita. Ditengah krisis ini kehadiran pemimpin di era yang serba digital sangat rawan akan kritik, pandangan, saran, bahkan fitnah yang dikemas secara vulgar dan rapih dengan template perubahan.

Kepemimpinan perlu memang lebih aware terhadap semua fenomena digitalisasi termasuk pada proses disrupsi teknologi yang berjalan secara cepat tanpa filter. Karena pemimpin sejatinya menjadi navigator bagi semua kemajuan daerahnya, strategi kepemimpinan perlu lebih cekatan dan punya endurance terhadap gelombang kritik tersebut. Bahkan lebih dituntut untuk lebih adaptif dengan suasana dan fenomena kekinian.

Namun tantangan seorang pemimpin di era digital ini tidaklah mudah untuk ditaklukkan. Pada era digital saat ini yang semakin berkembang pesat karena memiliki perubahan revolusi digital yang sudah terjadi pada tahun 1980 hingga saat ini (Kamalaldin et al., 2020). Perubahan tersebut tercermin pada bidang teknologi mekanik ataupun manual yang berubah pada teknologi digital sekarang. Era digital sendiri memiliki dampak yang sangat penting bagi kehidupan manusia dari sarana untuk berkomunikasi, berbisnis, menjadi dompet digital dan ECommerce (Kohtamäki et al., 2020). Era digital memiliki peluang yang banyak membuka kesempatan untuk melakukan perubahan dan perkembangan dengan meningkatnya kebutuhan menjadikan digital sebagai bisnis baru dan teknologi yang membantu generasi milenial berkembang. Hal inilah yang menjadi tantangan kepemimpinan digital, bahwa yang harus dikelola bukan hanya generasi milenial dan Z akan tetapi juga teknologi dan kecerdasan buatan (Van Wart et al., 2017).

Counter Trend Isu Media Sosial

Baru-baru ini bahkan masih hangat terdengar berbagai media social tentang isu yang beredar secara bebas di beberapa platform media social yang menggambarkan adanya dugaan yang diawali dari Pemecatan ADC, Pemecatan Sopir Pribadi serta dugaan perselingkuhan antara Bupati Gowa dengan Konsultan Politiknya. Ini yang membuat terbangunnya asumsi liar yang semakin berkembang di masyarakat, sikap pro kontra tersebut terkonstruksi secara massif dan kemungkinan akan lebih banyak lahir asumsi lain yang sedikit menyerempet dugaan liar tersebut. Saya meyakini entah ini memiliki unsur kesengajaan atau bahkan by design yang dilakukan oleh oknum, akan tetapi public di tawarkan berita sebagai pembanding tentang benar atau tidaknya isu tersebut, bahkan langkah Bupati Gowa memberikan klarifikasi di media masih menjadi bahan yang selalu diolah sedemikian rupa menjadi lebih mengembang seperti kue yang sudah siap disuguhkan kembali kepada public.

Isu yang berkembang ini perlu menjadi stressing awal untuk public menilai dan merekonstruksi kembali bangunan tersebut dengan asumsi tanpa dasar. Maka menurut hemat saya counter trend isu harus dilakukan sebagai penyeimbang atas fitnah yang tidak berdasar dan terkesan menyerang secara personal Bupati Gowa sebagai kepala pemerintahan. Kepemimpinan bupati Gowa saat ini memasuki masa dimana era digital menjadi instrument penting terkait dengan banyaknya serangan secara pribadi maupun politik yang nantinya akan menghantam di tengah perjalanan roda kepemimpinannya.

Penepisan trend isu hanya dapat dilakukan bagi kita yang paham terkait menganalisa semua berita yang tersebar dan mengkaji lebih dalam agar public mampu menelaah suguhan media sebagai penyeimbang yang memang harus lebih Check and Balance tentang membaca semua berita yang bersliweran di media social. Karena serangan secara personal yang mengarah pada fitnah itu sudah jelas serangan yang tidak dapat dimaafkan, maka perlu sedikitnya kita lebih memfilter semua isu yang terlihat, terdengar, dan terucap di ruang public. Karena ruang public tidak mampu dibatasi hanya dengan opini pembanding akan tetapi dengan penjelasan lebih detail terkait sebuah masalah agar public dapat tersadarkan secara digital serta lebih bijak memahami sebuah informasi secara digital.

Batas Tipis Antara Kritik dan Pembunuhan Karakter di Era Digital

Kritik seringkali dimaknai dengan hal-hal positif dan membawa pada kemajuan. Karena diera digital saat ini kritik seringkali menjadi senjata untuk menyerang secara personal, bahkan distribusi informasi melalui kritik sering dikembangkan menjadi fitnah secara personal, dan kondis ini mengaburkan antara batasan antara hak dan kebebasan berpendapat dengan pelanggaran hak asasi manusia, khususnya hak individu untuk melindungi martabat dan nama baiknya.

Pembunuhan Karakter di era digital adalah upaya sistematis untuk menghancurkan reputasi secara personal seseorang melalui media social, dan seringkali berkedok kritik. Penyebaran informasi cepat, Cancel Culture, dan anonimitas memicu fitnah, sehingga merusak alam sadar public dan menimbulkan kegaduhan pada ruang public.

Media social hadir sebagai katalisator memudahkan penyebaran informasi palsu menyebar dengan cepat (Viral) dan menciptakan penghakiman massa sebelum fakta terungkap. Disinilah ruang hukum harus hadir menjadi benteng pertama bagi ruang digital untuk meng counter fitnah dan ujaran kebencian yang diatur dalam UU ITE No. 19 Tahun 2017 pasal 27 dan 28.

Langkah yang harus ditempuh sebagai problem solving dari sebuah fenomena digital adalah perlunya membangun Digital Citizenship (Kewarganegaraan Digital) yang etis, verifikatif dan membangun empati mutlak untuk mencegah ruang digital sebagai tempat yang beracun.

Kriti dan Pembunuhan karakter, terutama dengan fitnah adalah bahaya besar yang dikemas secara modern yang setara dengan tuduhan palsu dan tidak berdasar karena berpotensi menghancurkan karakter seseorang, apalagi di tengah ruang public semua disuguhkan secara vulgar.dan memiliki perbedaan yang sangat tipis di era digital saat ini.

Langkah Hukum dan Human Centric Leadership

Digitalisasi harus menjadi media atau instrument pembangunan yang ditopang oleh oleh kekuatan bangunan hukum, karena disrupsi teknologi saat ini sudah berjalan secara cepat dan bahkan tidak terkontrol, sekiranya kepemimpinan perlu membentengi bangunan kepemimpinan tersebut dengan produk Hukum yang nantinya akan menjadi counter awal dalam pengambilan langkah hukum jika diperlukan dalam memberikan efek jera.
Era digital hadir selalu menawarkan tantangan dan peluang yang perlu di filter sebelum menjarah alam sadar public dengan mengedepankan konsep kepemimpinan Human Centric Leadership (Kepemimpinan yang berpusat pada Manusia), dengan Empati dan konsep emosional ditengah stress digital yang dialami oleh public akibat Overload informasi dalam membaca fenomena tersebut, sehingga public mengkonstruksi banguna asumsi liar tanpa filter dan analisis karena ruang analisis hanya untuk mereka yang paham akan dampak informasi tersebut.

Fenomena kesenjangan digital juga selalu tampak ke permukaan meskipun teknologi memberikan akses yang lebih besar terhadap informasi. Pemimpin harus memastikan bahwa inklusifitas digital menjadi prioritas dalam upaya membangun citra baik dalam era kepemimpinannya, karena era tersebut terkoneksi langsung dengan kepentingan politik. Bupati Gowa sebagai pemegang tongkat komando kepemimpinan kedepannya dapat lebih melihat fakta lapangan yang terjadi pada public, sehingga mampu mengantisipasi lewat strategi digital jika kedepannya fitnah dan serangan secara politik maupun personal masih terjadi.

Setahun kepemimpinan adalah awal tantangan berat dalam bekerja membangun butta gowa, karena kabupaten penyangga wilayah Makassar ini memiliki gaya politik yang berbeda dan lebih ekstrem, Bupati Gowa harus lebih membangun Trust Based Leadership dalam menjalankan kepemimpinannya, sehingga dapat membangun kepercayaan terhadap public dalam rangka meng counter trend isu negative tersebut. Pemimpin harus dapat memfilter informasi yang relevan, menganalisisnya dengan cepat, dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan wawasan yang diberikan.

Dan semua masyarakat Gowa mengharapkan semua isu ini menjadi ujian kepemimpinan dan menjadikan public lebih cermat dalam menilai semua proses loading informasi yang ada, dan saya berharap ini segera reda dan kepemimpinan Butta Gowa menjadi salah satu icon baru kepemimpinan perempuan dengan inovasi, semangat dan motivasi pembangunan bagi pengembangan pembangunan yang lebih maju di Kabupaten Gowa. Karena apapun isu yang menyerang Bupati Gowa itu sangat tidak dibenarkan, karena sejatinya kritik tidak membunuh karakter siapapun.

Ujung Selatan Gowa
Bontonompo Selatan, 23 Maret 2026

(Bawa Karaeng, Isra)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

isra ds badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

Bukan Kritik, Tapi Pembunuhan Karakter

23 Maret 2026 - 23:58 WITA

Mallingkai Maknum dan Mapparessa Tutu Apresiasi dan Puji Bupati Gowa, Sebut Bentuk Kepemimpinan Membumi

23 Maret 2026 - 02:09 WITA

Momentum Idul Fitri, Bupati Gowa Ajak Warga Perkuat Persatuan Untuk Pembangunan

20 Maret 2026 - 23:10 WITA

Bupati Gowa Tepis Isu Perselingkuhan, Sejumlah Tokoh Desak Tempuh Jalur Hukum dan Melapor ke Dewan Pers

19 Maret 2026 - 22:53 WITA

Jelang Idul Fitri, Wabup Gowa Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar

19 Maret 2026 - 05:13 WITA

Kolaborasi Pemkab Gowa – IJTI Sulsel Gelar FGD Entaskan Kemiskinan Ekstrem

18 Maret 2026 - 14:11 WITA

Trending di Politik Pemerintahan