Menu

Mode Gelap

News ยท 30 Jul 2026 WITA

Krisis Air Bersih Landa Gowa, Pengempisan Bendung Karet Sungai Jeneberang Ganggu Produksi Air Perumda


					Krisis Air Bersih Landa Gowa, Pengempisan Bendung Karet Sungai Jeneberang Ganggu Produksi Air Perumda Perbesar

 

Gowa, baktionline.id

Ribuan pelanggan Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa terdampak krisis pasokan air bersih setelah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang melakukan pengempisan bendung karet di Sungai Jeneberang untuk mendukung pemasangan alat ukur elevasi muka air (Peyscal).

Pengerjaan teknis yang mulai dilakukan sejak Rabu (29/7/2026) tersebut mengakibatkan debit air baku yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Tirta Jeneberang menurun drastis hingga sekitar 80 persen. Kondisi itu memaksa perusahaan menghentikan sementara pengoperasian sejumlah pompa karena sumur intake tidak lagi terendam air secara optimal.

Secara teknis, Peyscal merupakan alat ukur berskala yang dipasang secara vertikal di sungai untuk memantau elevasi atau ketinggian muka air. Data yang diperoleh digunakan untuk menghitung debit aliran sungai secara akurat melalui pengukuran tinggi muka air, lebar sungai, dan kecepatan arus.

Proses pemasangan alat tersebut mengharuskan area dasar sungai dalam kondisi kering agar instalasi dapat dilakukan dengan presisi. Untuk itu, bendung karet yang selama ini berfungsi menahan muka air sementara dikempiskan sehingga air mengalir bebas ke hilir. Dampaknya, permukaan air di sekitar intake Perumda turun drastis dan tidak lagi mampu menyuplai kebutuhan air baku secara normal.

Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jeneberang Kabupaten Gowa, Irianto Razak, mengatakan langkah teknis yang dilakukan BBWS tersebut berdampak langsung terhadap operasional perusahaan.

“Pihak balai memasang alat ukur Peyscal di dasar Sungai Jeneberang sejak kemarin, sehingga bendung karet dikempiskan terlebih dahulu. Ini sangat berdampak terhadap air baku yang turun sekitar 80 persen. Praktis pompa kami off-kan karena sumur intake dalam kondisi menggantung,” ujar Irianto kepada awak media, Kamis (30/7/2026).

Akibat penurunan pasokan air baku, kapasitas produksi air bersih Perumda ikut merosot hingga 50 persen. Dari kondisi normal sebesar 200 liter per detik, produksi kini hanya mampu mencapai sekitar 100 liter per detik.

Satu unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) Pandang-pandang dilaporkan berhenti beroperasi karena intake tidak lagi terendam air. Sementara dua unit instalasi lainnya mengalami penurunan kapasitas produksi hingga sekitar 70 persen. Penurunan produksi juga terjadi di Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Barombong.

Dampak kondisi tersebut dirasakan sedikitnya 20.000 sambungan rumah (SR) yang tersebar di wilayah Kota Sungguminasa dan sekitarnya. Sejumlah pelanggan mengalami gangguan distribusi hingga pasokan air tidak mengalir secara normal.

Mengantisipasi meluasnya dampak terhadap masyarakat, Perumda Tirta Jeneberang langsung menyiapkan langkah darurat dengan mengoperasikan tiga unit mobil tangki untuk menyuplai kebutuhan air bersih ke wilayah terdampak.

“Kami menyiagakan tiga unit mobil tangki agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan. Selain itu, kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Bendungan Bili-Bili agar bukaan air dapat ditambah sebagai upaya menormalkan kembali pasokan air baku,” jelas Irianto.

Selain mengandalkan distribusi air melalui mobil tangki, Perumda juga memaksimalkan pengambilan air baku dari Instalasi Kota Kecamatan (IKK) Borongloe guna menopang produksi selama proses pengerjaan berlangsung.

Irianto menambahkan, pihaknya telah melaporkan kondisi krisis air baku tersebut secara resmi kepada Pemerintah Kabupaten Gowa mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan terhadap pelayanan publik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BBWS Pompengan Jeneberang terkait durasi pengerjaan pemasangan alat Peyscal maupun langkah antisipasi untuk meminimalkan dampaknya terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat.
(Bawa Karaeng, Isra)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

isra ds badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

Bersama Ratusan Warga, Husniah Talenrang Gelar Panen Padi dan Palawija di Bontonompo

25 Juli 2026 - 11:11 WITA

Perumda AM Tirta Jeneberang Gowa Sumbang Darah Kemanusiaan

13 Juli 2026 - 07:08 WITA

Kuasa Hukum Ahli Waris Salam Tjuppa : Sudah Dua Tahun Laporan Berjalan Di Polda Belum Ada Progres

1 Juli 2026 - 18:28 WITA

Polemik Sebidang Tanah Di Perumahan Nusa Indah, Warga Klaim Fasum, Dari Pihak Depelover Itu Bukan Fasum Itu Milik Kami

28 Juni 2026 - 06:20 WITA

Semarakkan Tahun Baru Islam, Wakil Bupati Gowa Apresiasi Jalan Sehat Pawai Muharram

16 Juni 2026 - 04:01 WITA

Perintis Lingkungan Asal Gowa Raih Kalpataru 2026

11 Juni 2026 - 05:40 WITA

Trending di News