Menu ✖

Mode Gelap

Politik Pemerintahan · 16 Okt 2026 WITA

Dari Kepala Daerah hingga Mustahik, BAZNAS Apresiasi Para Penggerak Zakat


					Dari Kepala Daerah hingga Mustahik, BAZNAS Apresiasi Para Penggerak Zakat Perbesar

 

Jakarta, baktionline.id

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memberikan penghargaan kepada 100 penggerak zakat terbaik dari berbagai kalangan dalam ajang Grand BAZNAS Awards 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi pemerintah, lembaga, perusahaan, tokoh publik, hingga individu dalam memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Sebanyak 20 kategori penghargaan diberikan kepada pihak-pihak yang dinilai berperan dalam mendukung pengumpulan dan pengelolaan zakat serta memperluas manfaatnya bagi masyarakat.

Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., mengatakan, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan atas kontribusi para muzaki dan mitra yang ikut menggerakkan ekosistem zakat nasional.

Menurut Sodik, apresiasi kepada para pembayar zakat perlu disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus dorongan agar semakin banyak pihak terlibat dalam gerakan zakat.

“Berikanlah doa, selamat, penghargaan kepada mereka yang membayarkan zakat itu. Padahal kita semua tahu, Allah mengajarkan kita untuk ikhlas dan sebagainya. Khusus untuk zakat, ada dua hal, yaitu boleh diceritakan dan sampaikan penghargaan kepada mereka yang membayar zakat,” ujar Sodik.

Ia menjelaskan, Grand BAZNAS Awards 2026 merupakan bagian dari implementasi Asta Stratas dan Asta Prioritas BAZNAS 2026–2031. Salah satu fokusnya adalah membangun ekosistem zakat yang produktif dan kolaboratif, sekaligus memperkuat jejaring kemitraan serta mendorong inovasi dalam tata kelola kelembagaan.

“Untuk Grand Awards ini, ada 20 kategori dari berbagai kalangan yang merupakan bagian dari Asta Stratas yang pertama, yakni membangun ekosistem yang produktif dan kolaboratif,” katanya.

Keterlibatan berbagai unsur dalam ajang tersebut menunjukkan bahwa pengembangan zakat tidak hanya bertumpu pada lembaga pengelola zakat. Dukungan kepala daerah, kementerian, lembaga negara, badan usaha milik negara, perusahaan swasta, lembaga pendidikan, media, hingga penyedia layanan digital turut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan penghimpunan zakat.

Sodik menegaskan, kolaborasi lintas sektor perlu terus dijaga agar pengelolaan zakat semakin kuat dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.

“Acara ini adalah salah satu wujud pengamalan Asta Stratas, yakni kita jaga kolaborasi kita dengan berbagai pihak,” ujarnya.

Selain memberikan apresiasi kepada para penggerak zakat, BAZNAS menjadikan ajang ini sebagai momentum untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat.

Sodik menyebut, BAZNAS ingin menghadirkan lembaga yang tidak hanya dikenal masyarakat, tetapi juga dipercaya, mudah dijangkau, dicintai, dan dibanggakan.

Lima prinsip tersebut dirangkum dalam konsep 5D, yakni BAZNAS yang Diingat, Dipercaya, Dijangkau, Dicintai, dan Dibanggakan.

Melalui pendekatan tersebut, BAZNAS berharap pengelolaan zakat dapat semakin dekat dengan masyarakat, baik dalam menghimpun dana maupun menyalurkannya untuk program-program yang memberikan manfaat nyata.

“ Kami berharap melalui acara ini tumbuh sifat saling menghargai, sifat saling memotivasi agar terus berkembang. Untuk mereka yang mendapatkan penghargaan, ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan manfaat yang lebih luas,” kata Sodik.

Penghargaan Grand BAZNAS Awards 2026 mencakup beragam kategori, mulai dari pemerintah daerah pendukung zakat, kementerian dan lembaga negara, BUMN, perusahaan, lembaga keuangan, media, hingga mitra internasional.

Di tingkat pemerintah daerah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung masuk dalam kategori Gubernur Pendukung Zakat Terbaik.

Sementara itu, Kabupaten Sumedang, Banyumas, Gresik, Siak, dan Barru menjadi penerima penghargaan kategori Bupati Pendukung Zakat Terbaik. Untuk kategori wali kota, penghargaan diberikan kepada Surabaya, Bandung, Tangerang Selatan, Batam, dan Makassar.

Dukungan terhadap pengelolaan zakat juga datang dari lembaga pendidikan dan institusi negara. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret, UIN Mahmud Yunus Batusangkar, dan Universitas Padjadjaran masuk dalam kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik.

Di sektor kementerian, penghargaan diberikan kepada Kementerian Agama, Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Adapun BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BRIN, Mabes TNI, dan KPK menjadi penerima penghargaan kategori Badan/Lembaga Negara Pendukung Zakat Terbaik.

Pada kategori BUMN Pendukung Zakat Terbaik, penghargaan diberikan kepada BSI, BRI, BNI, Bank Mandiri, dan Semen Padang. Sementara itu, Tempo Scan Pacific, Mitra Bisnis Keluarga, Paragon, Asuransi Jiwa Al-Amin, serta Assegaf Hamzah & Partners masuk dalam kategori Muzaki Perusahaan Terbaik.

Penghargaan juga menyasar individu dan tokoh publik yang dinilai mendukung gerakan zakat. Muhammad Kurniawan, Yuanita Rohali, S. Sjafran, Nurhayati Subakat, dan Garibaldi Thohir menerima penghargaan kategori Muzaki Individu Teladan. Adapun Ivan Gunawan, Inul Daratista, Hadad Alwi Assegaf, Abdel Achrian, dan Teuku Ryzki Muhammad masuk dalam kategori Tokoh Publik Pendukung Zakat Terbaik.

Di bidang media, penghargaan diberikan kepada TVRI, LKBN Antara, MNC Trijaya, Kompas TV, dan TV One. Sementara itu, GoPay, Blu by BCA Digital, LinkAja Syariah, Kitabisa.com, dan Midtrans menjadi penerima kategori Penyedia Layanan Zakat Terbaik.

Penghargaan turut diberikan kepada lembaga pengelola zakat di berbagai daerah. Untuk kategori BAZNAS Provinsi Terbaik, penerimanya adalah BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Riau, dan Kalimantan Selatan.

Kategori BAZNAS Kabupaten Terbaik diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Kutai Timur, Tasikmalaya, Rokan Hulu, Kampar, dan Sukabumi. Sementara itu, kategori BAZNAS Kota Terbaik diraih BAZNAS Kota Tangerang, BAZNAS Kota Yogyakarta, BAZNAS Kota Semarang, Baitul Mal Kota Banda Aceh, dan BAZNAS Kota Tebing Tinggi.

Pada kategori Lembaga Amil Zakat (LAZ) Mitra Terbaik, penghargaan diberikan kepada LAZIS Muhammadiyah, LAZIS Nahdlatul Ulama, LAZ Baitulmal Munzalan, LAZ Persatuan Islam, dan LAZ Pesantren Islam Al-Azhar.

Salah satu kategori yang menyoroti dampak program pemberdayaan zakat adalah Mustahik Transformatif. Penghargaan ini diberikan kepada Arfawati melalui program Z-Chicken di Kabupaten Gowa, Sutiyo melalui Z-Mart di Kabupaten Purbalingga, Ahmad Yogi Santosa melalui program Lumbung Pangan di Kabupaten Garut, Panji Husairi melalui Z-Auto di Kota Depok, serta Suwanda melalui Z-Auto di Kota Cilegon.

Kategori tersebut menempatkan penerima manfaat sebagai bagian penting dalam pengelolaan zakat. Zakat tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, tetapi juga menjadi instrumen pemberdayaan yang membuka peluang bagi mustahik untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.

Secara keseluruhan, Grand BAZNAS Awards 2026 menjadi momentum bagi BAZNAS untuk memperkuat sinergi antara pengelola zakat, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, zakat diharapkan semakin berperan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
(Bawa Karaeng, Isra)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

isra ds badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

Kasim Sila Buka Suara soal Pemberhentian Husniah Talenrang: Ini Alasan Dirinya Bersyukur

15 Oktober 2026 - 05:16 WITA

Diskominfo-SP Gowa Libatkan TP PKK Tingkatkan Partisipasi Masyarakat Maksimalkan SP4N-LAPOR!

14 Oktober 2026 - 20:18 WITA

HUT ke-357 Sulsel, Gowa Tuan Rumah Turnamen Sulsel Cup 2026

12 Oktober 2026 - 22:09 WITA

Wabup Gowa Dorong Safari Subuh Rutin Bersama Forkopimda, Silaturahmi dan Serap Aspirasi

10 Oktober 2026 - 01:24 WITA

Kunjungi Salajangki dan Jipang, Tim KATALIS KDKMP Petakan Potensi untuk Percepat Usaha Koperasi

8 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Pimpinan DPRD Gowa Temui Kemendagri, Proses Pemberhentian Bupati Masuk Tahap Administrasi

8 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Trending di Politik Pemerintahan