Gowa, baktionline.id
Musibah kebakaran yang terjadi di Jalan A. Colleng, Kelurahan Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, menyisakan duka bagi warga yang terdampak. Kehilangan tempat tinggal dan sejumlah barang berharga membuat para korban harus menghadapi kebutuhan mendesak setelah peristiwa tersebut.
Di tengah kondisi itu, kepedulian datang dari Baznas Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kabupaten Gowa.
Pada Jumat, 2 Oktober 2026, Tim BTB BAZNAS Gowa turun langsung ke lokasi untuk menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada tiga keluarga mustahik yang terdampak kebakaran, yakni keluarga Ibu Mariama, keluarga Ibu Saniasa, dan keluarga Bapak Wiwit Agus.
Bantuan diserahkan oleh Komandan BTB BAZNAS Kabupaten Gowa, Syamsul Anwar, bersama anggota tim BTB Rifyal Sabir dan Dzulkifli. Penyaluran bantuan turut didampingi Lurah Malino, Ni’ma Faradillah.
Syamsul Anwar mengatakan kehadiran tim BTB bukan sekadar menyerahkan bantuan. Lebih dari itu, kedatangan mereka menjadi bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada warga yang tengah menghadapi masa sulit.

Kebakaran tersebut terjadi pada Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 11.00 WITA. Kobaran api menghanguskan rumah warga dan membuat para penghuni harus menghadapi kehilangan serta berbagai kebutuhan mendesak pascabencana.
Bagi para korban, musibah yang datang secara tiba-tiba itu bukan hanya menyebabkan kerugian materi. Rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung, berkumpul bersama keluarga, sekaligus menyimpan berbagai kenangan, harus terdampak oleh kobaran api.
Dalam situasi seperti itu, bantuan kemanusiaan menjadi sangat berarti. Bantuan yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan setelah bencana, tetapi juga menjadi pesan bahwa para korban tidak menghadapi musibah tersebut seorang diri.
Melalui program BTB, BAZNAS Kabupaten Gowa terus berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi bencana maupun kondisi darurat. Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban para mustahik sekaligus menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan dan bangkit setelah musibah.
Penyaluran bantuan tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah di tingkat kelurahan. Kehadiran Lurah Malino bersama tim BTB BAZNAS Gowa menjadi bagian dari upaya bersama untuk merespons kebutuhan masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

Musibah memang tidak dapat diprediksi. Namun, kepedulian dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang kehilangan.
Di balik bantuan yang disalurkan, terdapat amanah masyarakat yang menitipkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) melalui BAZNAS untuk diberikan kepada mereka yang membutuhkan.
BAZNAS Kabupaten Gowa berkomitmen mengelola dana umat secara amanah, tepercaya, transparan, dan tepat sasaran. Dengan demikian, setiap rupiah yang dititipkan masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mustahik.
Dari kepedulian umat, tumbuh harapan. Dari zakat, infak, dan sedekah, hadir kekuatan untuk saling menguatkan dan bangkit bersama.
(Bawa Karaeng, Isra)







