Menu

Mode Gelap

Budaya · 2 Mei 2026 WITA

Buka Sekolah Sinrilik, Bupati Gowa Sebut Sinrilik Jaga Jejak Jati Diri Gowa


					Buka Sekolah Sinrilik, Bupati Gowa Sebut Sinrilik Jaga Jejak Jati Diri Gowa Perbesar

 

Gowa, baktionline.id

Penyiapan langkah terarah bagi lahirnya generasi penerus tradisi tutur sinrilik di tengah keterbatasan jumlah penutur mulai dijalankan di Kabupaten Gowa.

Hal ini ditandai dengan dibukanya Sekolah Sinrilik Angkatan I yang dilaksanakan di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Sabtu (2/5).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan sinrilik memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memelihara ingatan kolektif masyarakat Gowa.

Kegiatan ini menurutnya, menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi lisan yang sarat nilai sejarah dan budaya.

“Sinrilik adalah pustaka berjalan yang memuat sejarah, nilai kepahlawanan, hingga etika hidup orang Gowa. Jika ia hilang, maka hilang pula jejak jati diri kita,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.

Ia menekankan kehadiran sekolah ini sebagai langkah nyata dalam mengatasi kurangnya jumlah passinrilik yang fasih dan tantangan minat generasi muda di tengah arus digital.

“Sekolah Sinrilik menjadi ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan teknik, pemahaman makna, dan kemampuan beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan pakem,” lanjutnya.

Lanjut Bupati Talenrang, pelestarian membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda agar tradisi tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga peserta angkatan pertama menjadi penjaga nyala budaya yang mampu membawa sinrilik kembali hadir di sekolah, panggung budaya, hingga ruang yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan, Sinatriyo Danuhadiningrat, menekankan pentingnya kerja sistematis dalam pelestarian tradisi lisan.

“Pelestarian budaya membutuhkan pendataan yang akurat, dokumentasi yang rapi, serta pengarsipan yang berkelanjutan agar tradisi seperti sinrilik tetap terjaga dan dapat diakses lintas generasi,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa sinrilik merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan akademisi agar tetap hidup.

Di tempat yang sama, Akademisi, Muhammad Thahir dalam orasi ilmiahnya mengingatkan bahwa tradisi tidak cukup diwariskan, tetapi harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian.

“Sinrilik ini perlu diberi ruang untuk tumbuh di tengah masyarakat modern, diolah dengan pendekatan baru tanpa kehilangan ruh sehingga tetap relevan,” jelas Thahir.

Pembukaan Sekolah Sinrilik ini diharapkan menjadi titik awal penguatan tradisi lisan di Kabupaten Gowa agar terus berlanjut dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Turut hadir pada kegiatan pembukaan ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa, Ary Mahdin Asfari, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gowa, Muh. Sahir, serta Tripika Kecamatan Bajeng.
(Bawa Karaeng, Isra)

Artikel ini telah dibaca 96 kali

isra ds badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

Dialog Peradaban ICD Tahap 3, Bahas Solusi Menuju Kemakmuran Negeri

2 Mei 2026 - 22:32 WITA

Dialog ICD Bahas Peradaban Gowa sebagai Solusi Kemakmuran Negeri

16 April 2026 - 01:16 WITA

Gowa Kirim 54 Kafilah ke MTQ Provinsi di Maros, Kabag Kesra Sebut Target Lima Besar

2 April 2026 - 02:51 WITA

SD Sungguminasa 2 Terkena Angin Puting Beliung, Komisi IV DPRD Gowa minta Disdik Gowa Segera Perbaiki Kerusakan

4 Maret 2026 - 22:42 WITA

Program Prioritas, Bupati Gowa Kembali Salurkan Seragam Sekolah Gratis

4 Oktober 2025 - 02:03 WITA

Dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gowa, SUARA DARI PELUKAN KABUT, Teman Berpikir dan Perayaan Literasi di Gowa

28 September 2025 - 00:16 WITA

Trending di News