Gowa, baktionline.id
Upaya merumuskan arah peradaban yang berkelanjutan kembali digaungkan melalui Dialog Interaktif Intellectual Culture Discussion (ICD) tahap 3 yang mengangkat tema “Langkah Strategis Peradaban Gowa Menuju Kemakmuran Negeri”. Kegiatan ini berlangsung di New Tosil Cafe Malino pada Jumat malam (1/05).
Dialog interaktif ini menghadirkan beragam tokoh lintas sektor.
Dialog yang telah memasuki tahap ketiga ini menunjukkan konsistensi sebagai ruang bertukar gagasan.
Sejumlah wajah baru turut meramaikan diskusi, di antaranya Supratman yang juga Ketua DPRD Makassar, akademisi Fadlan L. Nasurung, serta tokoh pemuda Malino sekaligus pengusaha Arifin yang akrab disapa Ipin.

Turut hadir Labbiri sebagai Founder Rumah Literasi Gamacca Bawakaraeng.
Hadir pula jajaran pembina dan pengurus inti Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Bantuan Hukum No Viral No Justice, serta berbagai unsur masyarakat, mahasiswa, pemerhati, dan penggiat budaya.
Diskusi semakin hidup dengan kehadiran Ketua Yayasan Budaya Bugis Makassar, Ahmad Pidris Zain sebagai pemantik dialog didampingi moderator Sugianto Pattanagara
Pada tahap ini, pembahasan ICD mulai mengerucut pada langkah-langkah implementatif dalam mewujudkan peradaban Gowa yang berorientasi pada kemakmuran.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang diskusi, yang berlangsung hangat diselingi canda dan tawa, mencairkan suasana sejuk khas Malino.
Sugianto Pattanagara, yang juga menjadi inisiator kegiatan, menekankan pentingnya kesinambungan dialog.
Menurutnya, ICD merupakan ruang terbuka bagi siapa saja untuk memperdalam pengetahuan sekaligus merumuskan langkah konkret.

“Keberlanjutan Dialog ICD ini sangat penting, karena ICD adalah ruang bagi siapa saja yang ingin mendapatkan pengetahuan, pemahaman, serta bentuk implementasi dalam mewujudkan peradaban Gowa menuju kemakmuran negeri,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Daeng Serang, menegaskan bahwa konsep “peradaban Gowa” tidak terbatas pada wilayah administratif semata.

“Peradaban Gowa yang dimaksud meliputi Sulawesi Selatan, Indonesia, bahkan mencakup dunia,” ungkapnya.
Melalui dialog yang semakin terarah ini, ICD diharapkan mampu melahirkan gagasan strategis sekaligus aksi nyata demi mendorong kemajuan peradaban yang inklusif dan berkelanjutan, kunci I.Daeng Serang.
(Bawa Karaeng, Isra)








