Jakarta baktionline.id
Siapa sangka, usaha ayam krispi yang dirintis dari bantuan zakat produktif mampu mengantarkan seorang ibu rumah tangga dari pelosok Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ke panggung penghargaan nasional.
Dialah Arfawati, warga Desa Tanabangka, Kecamatan Bajeng, yang berhasil meraih penghargaan kategori Mustahik Transformatif dalam Grand Baznas Awards 2026, Kamis (15/10/2026), di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta.
Penghargaan tersebut menjadi buah dari perjalanan panjang Arfawati dalam mengubah keterbatasan ekonomi menjadi peluang usaha. Berbekal bantuan Program ZChicken dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Gowa pada 2024, ia perlahan membangun kemandirian ekonomi keluarga hingga berhasil melunasi utang yang sebelumnya membebani kehidupan rumah tangganya.
Bagi Arfawati, penghargaan itu bukan sekadar kebanggaan pribadi. Lebih dari itu, pengakuan di tingkat nasional tersebut menjadi bukti bahwa ketekunan, pendampingan yang tepat, dan pemanfaatan zakat secara produktif dapat membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik.
Kabar mendadak yang mengubah hari-harinya
Kebahagiaan Arfawati bermula dari kabar yang sama sekali tidak disangkanya.
Pada 13 Oktober 2026, ia menerima undangan dari Baznas Republik Indonesia melalui Baznas Kabupaten Gowa untuk menghadiri penganugerahan Grand Baznas Awards 2026 di Jakarta.
Pendamping ZChicken Baznas Kabupaten Gowa, Rihul Jannah, kemudian menyampaikan kabar tersebut sekaligus mendampinginya dalam perjalanan menuju ibu kota.
Perasaan haru, bahagia, dan tidak percaya bercampur menjadi satu. Arfawati yang sehari-hari disibukkan dengan urusan keluarga dan usaha ayam krispi tidak pernah membayangkan perjuangan kecilnya akan mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Perjalanan ke Jakarta pun menjadi momen istimewa. Dari sebuah gerai sederhana di Jalan Poros Tanabangka, langkahnya kini sampai ke panggung penghargaan yang mempertemukannya dengan para pengelola zakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebelum mendapatkan bantuan ZChicken pada 2024, Arfawati bersama suaminya harus berjuang memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membesarkan tiga anak yang masih bersekolah.

Ketika itu, perekonomian keluarga sangat bergantung pada penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh. Pendapatannya tidak menentu karena pekerjaan tidak selalu tersedia setiap hari.
Penghasilan yang diperoleh sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan dan keperluan keluarga. Situasi semakin sulit karena mereka juga harus membayar pinjaman yang membebani keuangan rumah tangga.
Di tengah kondisi tersebut, keinginan untuk memperbaiki kehidupan keluarga tetap tumbuh. Arfawati membutuhkan kesempatan agar dapat memperoleh penghasilan sendiri dan membantu suaminya memenuhi kebutuhan anak-anak.
Kesempatan itu akhirnya datang melalui program pemberdayaan ekonomi Baznas Kabupaten Gowa.
ZChicken menjadi jalan menuju kemandirian
Melalui Program ZChicken, Arfawati memperoleh dukungan berupa modal usaha, peralatan, gerai penjualan, pelatihan pembuatan ayam krispi, serta pendampingan untuk menjalankan usahanya.
Bantuan tersebut menjadi titik awal bagi Arfawati untuk membangun sumber penghasilan yang dapat dikelolanya secara mandiri.
Namun, bantuan saja tidak cukup. Ia harus mengubah kesempatan tersebut menjadi usaha yang berkelanjutan.

Arfawati pun menjalani usahanya dengan tekun. Ia belajar menjaga kualitas produk, melayani pembeli dengan baik, dan membangun kepercayaan pelanggan. Setiap hari, gerainya di Jalan Poros Tanabangka menjadi tempatnya bekerja sekaligus memperjuangkan masa depan keluarga.
Gerai ZChicken miliknya kini beroperasi setiap hari dengan penjualan sekitar 70 hingga 100 potong ayam krispi per hari. Ia juga telah memiliki pelanggan tetap yang menjadi bagian penting dari keberlangsungan usahanya.
Capaian tersebut bukan sekadar angka penjualan. Di balik setiap potong ayam yang terjual, ada perjuangan seorang ibu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, menjaga pendidikan anak-anaknya, dan memperbaiki kehidupan keluarga.
Hasil usaha yang dijalankan dengan konsisten itu membawa perubahan nyata. Arfawati berhasil melunasi seluruh utang yang sebelumnya membebani keluarganya.
Kini, ia tidak lagi hanya mengandalkan penghasilan suaminya yang tidak menentu. Melalui usaha ZChicken, Arfawati turut menopang perekonomian rumah tangga dan memiliki sumber penghasilan sendiri.
Perubahan tersebut tidak terjadi dalam semalam. Ada kedisiplinan, kesabaran, dan kemauan untuk terus berusaha. Bantuan ZChicken membuka pintu kesempatan, sementara ketekunan Arfawati menjadi salah satu kunci untuk mengembangkan usaha tersebut.
Grand Baznas Awards 2026 diselenggarakan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Baznas Tahun 2026 yang mengusung tema “Konsolidasi Zakat Nasional yang Produktif & Berdampak”. Kegiatan tersebut diikuti unsur pimpinan Baznas kabupaten dan provinsi dari berbagai daerah di Indonesia.

Penghargaan kategori Mustahik Transformatif yang diterima Arfawati menjadi pengakuan atas perubahan kehidupan yang dicapainya melalui pemberdayaan ekonomi berbasis zakat.
Kisahnya memperlihatkan bahwa penerima manfaat zakat memiliki potensi untuk berkembang ketika memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhan, keterampilan yang memadai, dan pendampingan yang berkelanjutan.
Dari Desa Tanabangka, Arfawati kini membawa kisah perjuangannya ke tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Prestasi ini juga menjadi kebanggaan bagi Baznas Kabupaten Gowa yang menjalankan program ZChicken sebagai salah satu upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui zakat produktif.
Kisah Arfawati memberikan gambaran bahwa keberhasilan pengelolaan zakat tidak semata-mata diukur dari besarnya dana yang dihimpun atau jumlah bantuan yang disalurkan. Dampak yang dirasakan penerima manfaat juga menjadi ukuran penting keberhasilan sebuah program pemberdayaan.
Melalui dukungan modal, penyediaan sarana usaha, pelatihan, dan pendampingan, zakat dapat diarahkan untuk membantu masyarakat membangun sumber penghasilan yang berkelanjutan.
Bagi keluarga Arfawati, manfaat tersebut terasa dalam kehidupan sehari-hari. Usaha yang awalnya dirintis dengan bantuan kini memiliki pelanggan tetap. Utang yang sebelumnya menjadi beban telah lunas, dan kontribusinya terhadap ekonomi keluarga semakin kuat.

Dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun serta dikelola secara amanah dan profesional memiliki potensi besar untuk membuka peluang usaha, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta membantu masyarakat keluar dari kesulitan ekonomi.
Karena itu, pemberdayaan mustahik tidak cukup berhenti pada penyaluran bantuan. Diperlukan upaya berkelanjutan agar penerima manfaat memiliki kemampuan untuk mengelola usaha, menghadapi tantangan, dan mempertahankan kemandirian ekonominya.
Bagi Baznas Kabupaten Gowa, keberhasilan Arfawati menjadi penyemangat untuk terus memperkuat program zakat produktif yang transparan, akuntabel, tepat sasaran, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Sementara bagi Arfawati, penghargaan Grand Baznas Awards 2026 menjadi penanda bahwa perjuangan yang selama ini dijalaninya memiliki arti lebih besar daripada sekadar keberhasilan berdagang.
Dari bantuan ZChicken, ia membangun usaha. Dari hasil usahanya, ia melunasi utang dan membantu memperkuat ekonomi keluarga. Dari ketekunannya, lahirlah kisah inspiratif yang kini mendapat pengakuan nasional.
Perjalanan Arfawati menjadi pengingat bahwa kesempatan yang tepat dapat mengubah arah kehidupan seseorang. Zakat yang dikelola secara produktif bukan hanya membantu mereka yang sedang kesulitan, tetapi juga membuka jalan agar mereka mampu berdiri di atas kaki sendiri.
Dari mustahik menjadi sosok inspiratif, Arfawati membuktikan bahwa di balik bantuan yang tepat, ada harapan yang bisa tumbuh, usaha yang bisa berkembang, dan masa depan yang bisa diperjuangkan.
(Bawa Karaeng Isra)







