Menu ✖

Mode Gelap

News · 25 Jun 2024 WITA

Menang Gugatan PTUN, LKBH Makassar Desak Mafia Tanah Kosongkan Lokasi


					Menang Gugatan PTUN, LKBH Makassar Desak Mafia Tanah Kosongkan Lokasi Perbesar

 

Makassar,baktionline.id

Memang Gugatan Perkara di PTUN Makassar (Pengadilan Tata Usaha Negara Makassar), LKBH Makassar (Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum Makassar) desak mafia tanah segera kosongkan lokasi tanan yang terletak di Desa Bontomarannu Kecamatan Moncongloe Kabupaten Maros.

Gugatan sendiri nomor perkara : 5/G/2024/PTUN.MKS di periksa majelis hakim PTUN Makassar di jalan Pendidikan Makassar, mengenai pembatalan sertifikat hak milik Nomor 02507 atas nama Abdul Djamaluddin Sake selaku tergugat II Intervensi terletak di Desa Bontomarannu, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

“Kami minta mafia tanah segera keluar dari lokasi kami karena gugatan kami yang menangkan di PTUN Makassar, jika tidak keluar segera kami desak dipenjarakan karena sudah berstatus tersangka,” ungkap Abd Djamaluddin Sake di PTUN Makassar didampingi kuasa hukumnya dari LKBH Makassar, selaku direktur Muhammad Sirul Haq, Selasa, 25/6/2024.

Amar putusannya sendiri berbunyi, MENGADILI: Dalam Eksepsi: – Menerima Eksepsi Tergugat dan Tergugat II Intervensi tentang Kompetensi Absolut Pengadilan ;

Dalam Pokok Perkara:
Menyatakan Gugatan Para Penggugat tidak diterima; Menghukum Para Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul dalam sengketa ini sejumlah Rp. 3.732.000,00. (Tiga Juta Tujuh Ratus Tiga Puluh Dua Ribu Rupiah);

Dalam laman ecourt PTUN Makassar menghimbau, Diinformasikan kepada para pihak bahwa berdasarkan SK KMA Nomor 363/KMA/SK/XII/2022 permohonan upaya hukum banding perkara nomor : 5/G/2024/PTUN.MKS untuk batas pengajuan upaya hukum banding:
Dapat diajukan paling lambat 14 (empat belas) hari setelah putusan diucapkan secara elektronik bagi pihak yang mengikuti e-Litigasi; dan
Paling lambat 14 (empat belas) hari setelah pemberitahuan putusan bagi pihak yang tidak mengikuti e-Litigasi. Sesuai Perma 7 Tahun 2022 Hari adalah Hari Kalender.

Pihak penggugat sendiri identitas berdasarkan laman ecourt dan SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) PTUN Makassar tercantum atas nama 1. HAWATIAH (Sebagai Penggugat) Alamat : Jalan Paccerakkang No. 97 RT 002 RW 006 Desa/Kelurahan Paccerakang Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar dan 2. HALMIAH (Sebagai Penggugat) Alamat : Jalan Nur Aqsa RT. 002 RW. 006 Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

“Pihak yang diduga mafia tanah yang kami maksud adalah penggugat diperkara PTUN Makassar ini, menjual beli tanah kami tanpa hak, memakai surat palsu dan anehnya sudah banyak korban, untuk itu meminta pihak kejaksaan tinggi Makassar untuk segera menangkap pelaku karena sudah dilimpahkan dari Polda Sulsel dan telah berstatus tersangka atas laporan polisi kami,” tambah Abdul Djamaluddin Sake dengan membara.

Pihak LKBH Makassar sendiri dalam hal ini Muhammad Sirul Haq selaku direktur, mengucap syukur gugatan penggugat ditolak dan permohonan eksepsi tergugat II Intervensi dan tergugat I BPN Maros (Badan Pertanahan Nasional kabupaten Maros).

“Atas kemenangan ini, telah kami duga sejak awal sesuai eksepsi kami di PTUN dan berharap tanah Abdul Djamaluddin Sake segera dikosongkan bersandarkan sertifikat yang dimilikinya,” tutur Muhammad Sirul Haq.
(Bawa Karaeng, Isra)

Artikel ini telah dibaca 300 kali

isra ds badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

Sampah Membusuk di Somba Opu, Taufik Surullah Desak Pemkab Gowa Bergerak Cepat

21 September 2026 - 05:45 WITA

Tumpukan Sampah Makin Meluas, DPRD Gowa akan Panggil Pihak Terkait

20 September 2026 - 19:39 WITA

UMKM Jad Penopang Ekonomi, Tapi Mengapa Masih Sulit Naik Kelas ?

15 September 2026 - 01:33 WITA

Ribuan Peserta Gerak Jalan Santai Vol II Desa Bontoala Di Lepas Resmi Oleh Camat Pallangga

4 September 2026 - 18:15 WITA

Pesta Rakyat Gaukang Ri Lambengi Berlangsung Meriah, Dihadiri Artis Daerah Anto Sarro

30 Agustus 2026 - 23:06 WITA

Majelis Ta’lim Nur Assyifa Peringati Maulid Nabi Dengan Meriah Di Masjid Khair Yusri Salam

27 Agustus 2026 - 00:23 WITA

Trending di News