Menu

Mode Gelap

Politik Pemerintahan · 21 Jan 2026 WITA

Ketua Tim LACAK Tegaskan : Kerja Berat, Anggaran Terbatas, namun Manfaat Nyata Sudah Dirasakan Warga Miskin


					Ketua Tim LACAK Tegaskan : Kerja Berat, Anggaran Terbatas, namun Manfaat Nyata Sudah Dirasakan Warga Miskin Perbesar

 

Gowa, baktionline.id

Ketua Tim Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK) Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, menegaskan bahwa sorotan terhadap anggaran LACAK harus dilihat secara utuh dan proporsional, bukan semata dari besaran angka, tetapi dari beban kerja lapangan dan dampak nyata yang telah dirasakan masyarakat miskin ekstrem.

Menurut Daeng Muji, sapaan akrab Kaharuddin Muji, tantangan utama penanggulangan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa bukan pada kekurangan program, melainkan ketidakakuratan data dan masih banyaknya keluarga miskin ekstrem yang luput dari intervensi.

“Data Badan Pusat Statistik menunjukkan kemiskinan di Gowa masih 6,85 persen pada 2024 dengan kemiskinan ekstrem 0,14 persen. Angka ini kecil secara persentase, tetapi di lapangan masih ada ratusan keluarga yang hidup dalam kondisi sangat rentan dan belum seluruhnya tersentuh bantuan,” ujar Daeng Muji.

la menjelaskan, temuan tersebut juga mengemuka pada pelaksanaan Program Gowa Sejahtera (Gowa Masunggu) dalam 100 hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati Gowa 2025-2030. Banyak keluarga tercatat miskin ekstrem tetapi faktanya keluarga miskin ekstrem yang nyata justru belum masuk dalam basis data resmi.

“Di sinilah LACAK bekerja. Kami tidak menunggu laporan. Kami turun langsung ke rumah-rumah warga. Data kami akan melengkapi DTSEN karena lebih update dan berbasis kondisi nyata di lapangan” tegasnya.

Kerja nyata LACAK dilapangan jelas dan terukur.

Kaharuddin Muji menekankan, LACAK menjalankan pendataan aktif berbasis asesmen komprehensif melalui Sahabat LACAK di 167 desa dan kelurahan. Relawan melakukan kunjungan rumah ke rumah untuk memotret kondisi riil warga: kesehatan, pendidikan, pekerjaan, aset, kondisi rumah, kepemilikan identitas, hingga riwayat bantuan. Data dihimpun menggunakan indikator BPS, BKKBN, dan Kementerian Sosial, lalu ditindaklanjuti melalui aplikasi Si LACAK, melahirkan rekomendasi dengan melampirkan hasil pendataan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial.

” target relawan yang terlibat sebanyak 867 orang yang tersebar di 18 kecamatan, 167 desa dan 675 dusun ” Kata Daeng Muji.

Dari hasil kerja pendataan di lapangan, kinerja nyata LACAK sepanjang 2025 telah dirasakan langsung masyarakat.

” 23 rumah tidak layak huni (Rutilahu) selesai diperbaiki,18 rumah lainnya masih dalam proses pembangunan atau telah direkomendasikan, akses air bersih PDAM untuk 3 rumah, bantuan biaya perawatan dan pengobatan bagi 15 kepala keluarga; bantuan modal usaha dan program Z-Mart untuk 13 kepala keluarga dan bantuan sembako bagi keluarga miskin “, urai Kaharuddin Muji.

“Itu bukan angka di atas kertas. Di baliknya ada keluarga yang kini tinggal lebih layak, bisa berobat tepat waktu, dan mulai bangkit lewat usaha kecil,” Jelas Kaharuddin Muji.

Menanggapi isu anggaran, Kaharuddin Muji katakan anggaran sangat minim dibanding beban tugas

Kaharuddin Muji menjelaskan bahwa Rp213.500.000 untuk 5 bulan pada 2025 dan rencana Rp500.000.000 untuk 12 bulan pada 2026, dengan target relawan yang terlibat sebanyak 867 orang, yang tersebar pada 18 Kecamatan, 167 desa/kelurahan dan 675 dusun sekabupaten Gowa, dengan anggaran yang tersedia justru sangat terbatas bila dibandingkan dengan cakupan dan beratnya tugas di lapangan.

“Sebagian besar anggaran itu untuk insentif Sahabat LACAK sekitar Rp100.000 per bulan, perlengkapan dan operasional lapangan, serta pelatihan dan pembekalan relawan. Mereka bolak-balik ke rumah warga, ke kantor desa/kelurahan, ke kecamatan, mengurus KTP, BPJS, layanan kesehatan, sampai pendampingan usaha. Padahal, tanpa mengenal waktu dan cuaca padahal banyak pula dari mereka juga bukan orang berada,” ungkapnya.

Kaharuddin Muji katakan kerja LACAK hanya bisa dijalankan oleh relawan dengan empati dan kepedulian tinggi. Karena itu, ia mengajak semua pihak melihat program ini dari sisi kemanusiaan.

“LACAK ini kerja hati. Kita seharusnya mendukung dan menguatkan, bukan melemahkan. Kalau belum bisa membantu lebih jauh, setidaknya jangan memadamkan semangat para relawan yang berjuang melawan kemiskinan ekstrem. Kami semata-mata ingin melihat negara hadir di tengah-tengah warga miskin,” kunci Kaharuddin Muji.
(Bawa Karaeng, Isra)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

isra ds badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

DPRD Gowa Gelar RDP Bahas Irigasi dan Penyertaan Modal Ketapang Desa Maradekaya

20 Januari 2026 - 19:33 WITA

Pemkab Gowa Terima LHP Kepatuhan Pajak dan Retribusi dari BPK Sulsel

19 Januari 2026 - 03:56 WITA

Bentuk Komitmen Legislatif, Wakil Ketua DPRD Gowa Hadiri Serah Terima LHP BPK Sulsel

18 Januari 2026 - 21:05 WITA

Pemkab Gowa Apresiasi Bantuan Alsintan Kementan RI untuk Penguatan Sektor Pertanian

18 Januari 2026 - 03:43 WITA

Perkuat Sinergi, BPN Gowa Bersama Pemkab Gowa Bagikan 3.608 Sertifikat PTSL Kepada Masyarakat

16 Januari 2026 - 02:16 WITA

Pelantikan Pengurus Dan Seminar Bersama, Kolaborasi MGMP MIPAS (Matematika, IPA, IPS) Kab. Bulukumba

16 Januari 2026 - 00:32 WITA

Trending di Politik Pemerintahan