Menu ✖

Mode Gelap

Politik Pemerintahan · 1 Apr 2026 WITA

Hindari WFH Berubah “WFW”, Wakil Ketua DPRD Gowa Taufik Surullah Minta Eksekutif Buat Regulasi


					Hindari WFH Berubah “WFW”, Wakil Ketua DPRD Gowa Taufik Surullah Minta Eksekutif Buat Regulasi Perbesar

 

Gowa, baktionline.id

Pemerintah resmi menetapkan kebijakan work from home (WFH) untuk ASN.

WFH ini berlaku satu hari selama sepekan, yakni pada hari Jumat dan berlaku mulai tanggal 1 April 2026.

Untuk ASN Pemda, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menerbitkan surat edaran yang mengatur kebijakan WFH hari Jumat, yakni Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 800.1.5/3349/SJ tentang Transformasi Budaya Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa, Taufik Surullah, mengatakan pentingnya pengawasan ketat dalam implementasi kebijakan WFH, khususnya di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.

Menurut Taufik, sebagai lembaga pengawasan, DPRD meminta kepada pihak eksekutif membuat regulasi khusus terkait Work From Home (WFH) agar tidak disalahgunakan.

” Hal itu penting, harus ada pengawasan khusus untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan sesuai aturan dan menghindari untuk disalahgunakan. ” Ungkap Taufik Surullah yang juga Ketua Formatur DPD PAN Gowa.

Taufik katakan, kebijakan WFH tidak dimanfaatkan oleh oknum ASN, khususnya PNS di lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa, menjadi ” Work From Weekend ” atau memperpanjang waktu libur.

“Jangan sampai WFH ini disalahartikan menjadi work from weekend. Apalagi bagi ASN yang bertugas jauh dari pusat kota, potensi lemahnya pengawasan bisa terjadi jika tidak ada kontrol dari pimpinan masing-masing perangkat daerah,” tegasnya.

” Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu atau terhambat terutama di Kelurahan atau Desa karena itu tugas ASN salah satu yang paling penting adalah memberikan pelayanan yang baik dan prima kepada masyarakat ” Terang Taufik.

Selanjutnya, bagi Taufik, kebijakan ini pada dasarnya diharapkan mampu mendorong efisiensi, termasuk dalam penghematan bahan bakar minyak (BBM). Namun, hal tersebut justru berpotensi berbalik jika tidak diawasi dengan baik, maka perlu dibuatkan regulasi tersendiri terkait kebijakan WFH

“Jangan sampai kita berharap penghematan BBM justru berubah menjadi pemborosan BBM karena banyak aktivitas pegawai di luar regulasi yang sulit dipantau dan dikendalikan,” jelas Taufik.

Taufik juga menekankan pentingnya peran pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dalam melakukan monitoring terhadap kinerja pegawai selama WFH, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan aplikasi pendukung.

Dengan adanya pengawasan yang optimal, ia berharap kebijakan WFH dapat tetap menjaga produktivitas ASN tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat, Kunci Taufik.
(Bawa Karaeng, Isra)

Artikel ini telah dibaca 110 kali

isra ds badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

Wabup Gowa Dorong Safari Subuh Rutin Bersama Forkopimda, Silaturahmi dan Serap Aspirasi

10 Oktober 2026 - 01:24 WITA

Kunjungi Salajangki dan Jipang, Tim KATALIS KDKMP Petakan Potensi untuk Percepat Usaha Koperasi

8 Oktober 2026 - 08:34 WITA

Pimpinan DPRD Gowa Temui Kemendagri, Proses Pemberhentian Bupati Masuk Tahap Administrasi

8 Oktober 2026 - 04:58 WITA

Pasca Kebakaran di Malino, BTB BAZNAS Gowa Turun Langsung Bantu Warga Terdampak

4 Oktober 2026 - 19:35 WITA

Dilantik Jadi Ketua HKTI Gowa, Darmawangsyah Muin Fokus Majukan Pertanian

4 Oktober 2026 - 18:11 WITA

Surat MA Nyasar ke PA Sungguminasa, Kuasa Hukum Bupati Gowa Minta Diusut

4 Oktober 2026 - 18:01 WITA

Trending di Politik Pemerintahan