Menu

Mode Gelap

Politik Pemerintahan · 25 Apr 2026 WITA

Dialog Interaktif ICD Tahap II Hadirkan Kehangatan di Tengah Dingin Malino


					Dialog Interaktif ICD Tahap II Hadirkan Kehangatan di Tengah Dingin Malino Perbesar

 

Gowa, baktionline.id

Suasana sejuk khas pegunungan Malino tak menyurutkan semangat para peserta dalam mengikuti Dialog Interaktif terbatas Intelectual Culture Discussion (ICD) tahap II yang digelar di New Tosil Cafe, Jumat (24/04).

Mengusung tema “Langkah Strategis Peradaban Gowa Menuju Kemakmuran Negeri”, kegiatan ini justru menghadirkan kehangatan melalui diskusi yang penuh gagasan dan refleksi budaya.

Dialog ini merupakan lanjutan dari ICD tahap pertama yang sebelumnya dilaksanakan di Cafe Kolamario, Sungguminasa.

Berbeda dari suasana sebelumnya yang dinamis di tengah kota, pelaksanaan tahap kedua di Malino menawarkan nuansa yang lebih tenang namun tetap sarat makna.

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, tokoh masyarakat, penggiat budaya, hingga tokoh pemuda.

Kehadiran wajah-wajah baru turut memperkaya sudut pandang dalam diskusi yang berkembang semakin tajam dan mendalam.

Ketua Yayasan Budaya Bugis Makassar (YBBM), Ahmad Pidris Zain, hadir sebagai pembicara utama dengan paparan yang menekankan pentingnya peran budaya dalam membangun peradaban yang berkelanjutan.

Diskusi dipandu oleh Sugianto Pattanagara yang juga bertindak sebagai moderator sekaligus inisiator kegiatan ICD.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh dan akademisi, di antaranya Drs. Suarga, MM, Dr. Gaffar, Muh. Ramli, M.Fadlan L. Manurung, Sadikil Wahdi, serta para pemerhati budaya lainnya.

Selama berlangsungnya dialog, antusiasme peserta terlihat begitu tinggi. Meski udara dingin menyelimuti Malino, semangat untuk menyimak dan memahami materi diskusi seakan menjadi penghangat suasana.

Sugianto Pattanagara menegaskan pentingnya keberlanjutan forum ICD sebagai ruang pencerahan dan penguatan identitas budaya.

Anto, sapaan akrabnya menyebut bahwa diskusi yang terus berlanjut akan semakin mengerucut pada tujuan besar, yakni membangun peradaban berbasis nilai-nilai kearifan lokal.

“Dialog ini akan rutin kami lakukan sebagai bentuk pencerahan dan pengenalan nilai identitas keberagaman adat dan budaya sebagai wujud peradaban,” ujarnya.

Ia pun menyebut bahwa konsep ICD ke depan dapat berkembang menjadi sebuah “Sekolah Peradaban”, sebuah ruang belajar kolektif yang berfokus pada penguatan budaya dan pemikiran strategis untuk kemajuan daerah.
(Bawa Karaeng, Isra )

Artikel ini telah dibaca 65 kali

isra ds badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

7 Fraksi DPRD Gowa Setuju Usulkan Berhentikan Bupati

13 Agustus 2026 - 04:59 WITA

Eratkan Kebersamaan dan Sinergitas Antar Daerah, Wabup Gowa Hadiri Sertijab Danrem 141/Toddopuli

11 Agustus 2026 - 09:18 WITA

Hadiri Wisuda Polbangtan Gowa, Bupati Talenrang Dorong Generasi Muda Kembangkan Teknologi Pertanian

10 Agustus 2026 - 00:27 WITA

Perumda Tirta Jeneberang Hadiri Rakor BUMD Air Minum, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Pelayanan Publik

8 Agustus 2026 - 04:30 WITA

DPRD Gowa Siap Proses Pencabutan Perda LAD

8 Agustus 2026 - 04:23 WITA

Cegah Kerugian Daerah, Wakil Bupati Gowa Ingatkan Pimpinan OPD dan ASN Pentingnya Fungsi Pengawasan

7 Agustus 2026 - 11:18 WITA

Trending di Politik Pemerintahan