Gowa, baktionline.id
Ketua KNPI Gowa, Alumnus Zainuddin, bersama sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam kelompok Cipayung, melakukan pemantauan langsung terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Gowa.
Kegiatan ini dilakukan dengan turun ke lapangan menggunakan sepeda motor guna melihat secara dekat implementasi program-program pemerintah.
Alumnus Zainuddin, yang akrab disapa Bung Alum, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi Pemerintah Kabupaten Gowa dalam menangani persoalan kemiskinan ekstrem selama satu tahun kepemimpinan
Bupati Husniah Talenrang.
Menurut Alumnus berbagai langkah yang diambil pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

“Kami melihat ada upaya yang konsisten dan terarah dalam mengatasi kemiskinan ekstrem. Ini patut diapresiasi,” ujar Bung Alum.
Alum menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung program-program yang dinilai memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Dukungan tersebut, kata dia, merupakan bentuk komitmen pemuda dalam mengawal pembangunan daerah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Beliau ( Husniah Talenrang, red) akan terus kami dukung, selama program-program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan pemantauan ini sekaligus menjadi wujud peran aktif pemuda dalam memastikan transparansi dan efektivitas kebijakan pemerintah daerah, serta memperkuat sinergi antara pemerintah dan elemen kepemudaan di Kabupaten Gowa.
Diketahui, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam menjaga arah kebijakan pengentasan kemiskinan ekstrem (KME) tetap konsisten setelah berjalan satu tahun. Komitmen itu ditegaskan melalui peresmian bantuan bedah rumah hasil kolaborasi Pemkab Gowa bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) yang dirangkaikan dengan bakti sosial pemeriksaan kesehatan gratis di Desa Jipang, Kecamatan Bontonompo Selatan, Selasa (28/4).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang pada kesempatan itu menyampaikan bahwa keberlanjutan program menjadi prioritas utama agar perubahan yang dihasilkan tidak bersifat sementara.

“Kami memastikan setelah berjalan satu tahun, program pengentasan kemiskinan ekstrem ini tetap konsisten dan terjaga. Fokus kami adalah menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurutnya, perbaikan rumah merupakan langkah awal yang memberi efek berantai pada kualitas hidup masyarakat, termasuk kesehatan dan produktivitas keluarga.
“Bedah rumah ini menyentuh kebutuhan paling mendasar. Ketika masyarakat memiliki hunian yang layak, rasa aman meningkat dan itu berpengaruh langsung pada kesehatan serta kemampuan mereka untuk beraktivitas dengan lebih baik,” kunci orang nomor satu di Gowa ini.
(Bawa Karaeng, Isra)









