Gowa, baktionline.id
Kebijakan tidak dilayaninya pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jerigen di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) mulai menjadi perhatian.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat aktivitas sekaligus menurunkan produktivitas petani di Kabupaten Gowa.
Ketua DPD PAN Kabupaten Gowa sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Gowa Taufik Surullah meminta pemerintah bersama Pertamina segera mengambil langkah konkret untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
Menurutnya, kebutuhan BBM untuk operasional alsintan merupakan bagian penting dalam menunjang kelancaran kegiatan pertanian.
Jika akses petani terhadap BBM terhambat, proses pengolahan lahan hingga kegiatan pertanian lainnya juga berpotensi ikut terdampak.

“Kami meminta Pemerintah bersama Pertamina segera mencari solusi yang tepat, legal, dan mudah diakses petani, agar kebutuhan BBM untuk operasional alsintan tetap terpenuhi tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku,” tegas Taufik
Taufik menilai, kebijakan terkait penyaluran BBM harus tetap memperhatikan kebutuhan sektor pertanian.
Petani, kata Taufik membutuhkan kepastian dan kemudahan akses agar penggunaan alsintan dapat terus berjalan secara optimal.
“Petani harus dilayani, pertanian harus berjalan, dan kebijakan harus menghadirkan solusi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dan Pertamina dapat segera melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk menghadirkan mekanisme penyaluran BBM yang resmi, aman, dan tidak menyulitkan petani.
Langkah tersebut dinilai penting agar upaya menjaga ketertiban distribusi BBM tetap berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan produktivitasnya pada penggunaan alsintan.
(Bawa Karaeng, Isra)











