Menu

Mode Gelap

News · 20 Sep 2026 WITA

Tumpukan Sampah Makin Meluas, DPRD Gowa akan Panggil Pihak Terkait


					Tumpukan Sampah Makin Meluas, DPRD Gowa akan Panggil Pihak Terkait Perbesar

 

Gowa, baktionline.id

Persoalan sampah di Kabupaten Gowa belum juga beres. Sudah lebih dari sepekan, tumpukan sampah masih terlihat di sejumlah titik di Kota Sungguminasa dan sekitarnya.

Kondisinya semakin memprihatinkan. Sampah yang tidak terangkut terus bertambah hingga meluber keluar dari tempat penampungan. Di beberapa lokasi, tumpukan nya bahkan mulai memanjang beberapa meter dari titik awal.

Keluhan warga pun bermunculan. Bukan hanya di tengah masyarakat, sorotan terhadap persoalan sampah ini juga ramai di media sosial.

Sejumlah warganet ikut mempertanyakan kondisi kebersihan kota yang belakangan dipenuhi tumpukan sampah.

Sorotan tidak hanya mengarah ke Pemerintah Kabupaten Gowa. DPRD Gowa juga ikut didesak untuk menyikapi kondisi tersebut.

Merespons hal itu, DPRD Gowa berencana memanggil sejumlah pihak yang berkaitan langsung dengan pengelolaan sampah. Mereka adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH), BPKD, vendor BBM atau pihak SPBU, serta pemilik lahan TPA di Pebbentengang, Cadika, Kecamatan Bajeng.

Wakil Ketua I DPRD Gowa, Hasrul Abdul Rajab (HAR), mengatakan persoalan sampah tidak bisa lagi dianggap sepele.

Menurutnya, tumpukan sampah yang terus bertambah sudah mengganggu kenyamanan warga dan wajah Kota Sungguminasa sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Gowa.

“Kami akui bahwa persoalan sampah adalah masalah serius, karena menyangkut kesehatan, kenyamanan warga dan wajah Kota Sungguminasa sebagai pusat pemerintahan di Kabupaten Gowa,” kata HAR kepada awak media, Minggu (20/9).

Ia mengatakan DPRD ingin mengetahui persoalan sebenarnya yang membuat sampah tidak terangkut hingga menumpuk di berbagai titik.

“Kami ingin tahu apa akar masalah yang sebenarnya sehingga puluhan ribu ton sampah telah merusak pemandangan kota dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan di kawasan kota,” ujarnya.

Menurut HAR, DPRD akan meminta penjelasan mulai dari kondisi armada pengangkut, tenaga kebersihan, jadwal pengangkutan hingga persoalan di TPA.

“Dewan akan mempertanyakan mengenai penyebab penumpukan, armada, tenaga kebersihan, jadwal pengangkutan, hingga pengelolaan di TPA. Kami akan dorong langkah cepat untuk mengurai sampah yang sudah menumpuk, sekaligus membenahi sistem pengelolaan agar tidak berulang,” tegasnya.

Sebagai wakil masyarakat dari Dapil 1 Gowa yang meliputi Kecamatan Somba Opu, HAR menyebut keluhan warga harus menjadi perhatian serius.

Ia menegaskan persoalan tersebut bukan sekadar isu politik, melainkan menyangkut pelayanan dasar yang dirasakan langsung masyarakat.

“Sebagai wakil masyarakat dari Dapil 1 Gowa (Kecamatan Somba Opu), saya sampaikan bahwa keluhan warga adalah aspirasi yang harus diperjuangkan, bukan sekadar isu politik,” katanya.

HAR juga meminta pemerintah daerah memastikan persoalan ini ditangani oleh pejabat dan perangkat yang memang memiliki kewenangan serta memahami teknis pengelolaan persampahan.

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan perdebatan siapa yang salah. Masyarakat membutuhkan sampahnya segera diangkut dan sistem pengelolaannya dibenahi,” tandasnya.

HAR mengatakan DPRD tidak ingin persoalan bahan bakar minyak (BBM) maupun lahan TPA menjadi alasan yang membuat sampah terus menumpuk.

Berdasarkan informasi yang diterima DPRD, ada dua persoalan yang sedang menjadi kendala. Pertama, operasional armada pengangkut sampah disebut terganggu karena pembayaran BBM kepada pihak SPBU belum diselesaikan.

Kedua, terdapat persoalan terkait akses dan penggunaan lahan TPA yang juga membutuhkan kepastian.

“Informasi yang kami terima, ada dua persoalan yang harus segera diselesaikan. Pertama, operasional armada pengangkut sampah terganggu karena pembayaran BBM kepada pihak SPBU belum diselesaikan. Kedua, ada persoalan akses dan penggunaan lahan TPA yang juga harus segera mendapatkan kepastiannya,” jelas HAR.

Karena itu, DPRD Gowa akan mengundang DLH, BPKD, vendor BBM atau pihak SPBU, serta pemilik lahan TPA di Pebbentengang, Cadika untuk membahas persoalan tersebut.

Di lapangan, kondisi sampah hingga Minggu sore belum banyak berubah. Di sejumlah titik, tumpukan justru terlihat semakin melebar.

Salah satunya berada di pertigaan Jalan Masjid Raya menuju jalan di samping Masjid Agung Syekh Yusuf, tepat di depan Kantor DPRD Gowa atau jalur menuju SMPN 4 Sungguminasa.

Tumpukan sampah terlihat berserakan di sekitar lokasi. Bau tidak sedap juga mulai mengganggu warga dan pengguna jalan yang melintas.

Kondisi serupa terlihat di belakang gedung tujuh lantai RSUD Syekh Yusuf. Sampah yang sebelumnya hanya berserakan sekitar satu meter dari bak kontainer kini melebar hingga kurang lebih 10 meter.

Di sejumlah TPS lainnya, kondisi tak jauh berbeda. Sampah yang tidak terangkut terus bertambah dan mulai keluar dari area penampungan.

Kondisi ini membuat persoalan sampah di Gowa semakin sulit diabaikan. Warga kini menunggu langkah nyata pemerintah agar tumpukan sampah yang sudah memenuhi sejumlah titik di Sungguminasa segera teratasi.
(Bawa Karaeng, Isra)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

isra ds badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

UMKM Jad Penopang Ekonomi, Tapi Mengapa Masih Sulit Naik Kelas ?

15 September 2026 - 01:33 WITA

Ribuan Peserta Gerak Jalan Santai Vol II Desa Bontoala Di Lepas Resmi Oleh Camat Pallangga

4 September 2026 - 18:15 WITA

Pesta Rakyat Gaukang Ri Lambengi Berlangsung Meriah, Dihadiri Artis Daerah Anto Sarro

30 Agustus 2026 - 23:06 WITA

Majelis Ta’lim Nur Assyifa Peringati Maulid Nabi Dengan Meriah Di Masjid Khair Yusri Salam

27 Agustus 2026 - 00:23 WITA

Sekretaris DPRD Gowa Ulang Tahun, Kapolresta Gowa Beri Kejutan di Momen Silaturahmi Perdana

3 Agustus 2026 - 05:38 WITA

Krisis Air Bersih Landa Gowa, Pengempisan Bendung Karet Sungai Jeneberang Ganggu Produksi Air Perumda

30 Juli 2026 - 01:23 WITA

Trending di News