Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 14 Mei 2024 WITA

HIPMA Gowa Adakan Program Pengabdian Masyarakat “Dinamika Perempuan Dalam Pendidikan Dan Pengembangan Pariwisata Kekinian”


 HIPMA Gowa Adakan Program Pengabdian Masyarakat “Dinamika Perempuan Dalam Pendidikan Dan Pengembangan Pariwisata Kekinian” Perbesar

 

Gowa baktionline.id

HIPMA Gowa menyelenggarakan Program Pengabdian Masyarakat dengan konsep Go To School pada hari Sabtu, 11 Mei 2024 di Pondok Pesantren Darul Fallah Unismuh Makassar di Bissoloro, Kecamatan Parangloe, Gowa.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa dosen di berbagai kampus yang ada di Makassar yakni Politeknik LP3I Makassar, UNM (Universitas Negeri Makassar) dan Unhas (Universitas Hasanuddin). Mereka terdiri dari enam orang, yaitu Nurul Fitrah Yani, S.S., M.Hum, Bungatang, S.S.,M.Hum, Dr.Dirk Rukka Sandarupa, S.S.,M.Hum, Dr.Sumarlin Rengko HR, S.S, M.Hum, Fitriansal, S.Pd.,M.Pd, Filawati, S.S.,M.Hum.

 

 

 

Pengabdian ini diisi dengan kegiatan diskusi terkait dengan dinamika perempuan dalam pendidikan dan pengembangan pariwisata kekinian. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dari santri maupun pembina Pondok Pesantren Darul Fallah di Bissoloro.

 

Fokus pengabdian masyarakat ini, yaitu pengembangan potensi kawasan pedesaan di Bissoloro agar desa yang berpotensial menjadi desa wisata dapat menonjolkan wisata budaya lokal, tetapi belum dimanfaatkan, padahal potensi budaya ini dapat menjadi sumber mata pencaharian masyarakat desa.

Maka melalui diskusi yang diadakan, diharapkan agar pemuda dan pemudi terkhusus kaum santriwati itu memiliki kesadaran dan pola pikir yang bersifat jangka panjang untuk mampu bersaing di era digital.

Menurut Dr.Sumarlin Rengko HR, S.S.,M.Hum, akademisi Departemen Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, mengatakan, ” saat ini peluang ekonomi berbasis pariwisata sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), misalnya; bisnis kuliner (pangan), solusi dari kemiskinan, menumbuhkan kehidupan sehat dan sejahtera, sejalan dengan kesetaraan gender baik laki-laki maupun perempuan dalam melihat peluang bisnis destinasi wisata, ” ungkapnya.

Dr. Sumarlin Rengko HS, M.Hum

Nurul Fitrah Yani (Akademisi Politeknik LP3I) dalam diskusinya mengatakan, ” perempuan sebagai madrasah dasar atau pendidik bagi anak-anaknya tentunya perlu memiliki pendidikan yang mumpuni. Peran ganda yang harus dijalani oleh seorang perempuan menjadi masalah bagi dirinya, perempuan dituntut menjadi seorang ibu yang menjadi madrasatul ula atau sekolah pertama untuk anaknya terutama saat anaknya sedang berada di masa-masa golden age dan di samping itu, seorang perempuan juga harus dituntut melayani suami sebagai seorang istri serta harus bersikap profesionalisme saat bekerja.

Terlepas dari tanggungjawab sebagai seorang ibu, peran perempuan pada era sekarang ini telah mengalami perkembangan dan perubahan yang signifikan. Pendidikan yang inklusif, peluang kerja yang setara, dan pengakuan terhadap peran perempuan di segala bidang merupakan landasan penting untuk memperkuat peran perempuan. Dan kekuatan perempuan di era modern memungkinkan terciptanya dunia yang lebih dinamis, inklusif, dan kompetitif, ” jelasnya.

Sedangkan menurut Bungatang, S.S., M.Hum, Bagi perempuan, adalah sarana mengembangkan potensi diri dan bisa menjadikan perempuan sebagai pribadi terdidik, tangguh, dan percaya diri. Perempuan yang berpendidikan tinggi, bukan ingin terlihat hebat atau menyaingi laki-laki.

Nurul Fitrah Yani, S.S., M.Hum.

Tapi pendidikan pertama seorang anak berasal dari kecerdasan Ibunya. Hilangkan persepsi orang-orang yang mengatakan bahwa “perempuan yang berpendidikan tinggi nantinya susah dapat jodoh karena laki-laki merasa tersaingi, perempuan lebih baik tinggal di rumah dan laki-laki lah yang mengejar pendidikan yang tinggi, atau ngapain sekolah tinggi-tinggi kalau ujung-ujungnya menikah, punya anak, dan menjadi Ibu rumah tangga. Peryataan negatif seperti itu bisa dialami oleh kaum perempuan sehingga membatasi dirinya sendiri untuk setara dengan laki-laki dari berbagai hal salah satunya dari segi pendidikan.

Sedangkan Dr. Filawati, S.S., M.Pd. Akademisi Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Negeri Makassar juga mengatakan,

“Kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Darul Fallaah Bissoloro oleh HIPMA Gowa merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk membantu kegiatan masyarakat khususnya di bidang Pendidikan. Tema dalam kegiatan mereka ialah Dinamika Perempuan dalam Pendidikan dan Pengembangan Pariwisata Kekinian. Saya pribadi ketika bertemu dengan panitia dan masyarakat sangat kagum, hal ini dikarenakan penyambutan dari mereka yang sangat ramah dan terbuka.

Bungatang, S.S., M.Hum

Perempuan harus cerdas dan hebat sebab tugas kita adalah mempersiapkan generasi muda yang unggul, adaptif, berkarakter, berakhlak serta memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa dan negara, ” jelasnya.

Narasumber lainnya Ita Rosvita, S. S.,M.Hum, mengatakan. ” Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Bissoloro’ dengan mengangkat tema dinamika perempuan dalam pendidikan dan pengembangan wisata kekinian adalah kegiatan yang patut dilaksanakan.

Bagaimana tidak, kegiatan ini bisa mengedukasi perempuan yang berada di tempat tersebut. Pendidikan yang disuguhkan kepada perempuan bisa meneguhkan posisi perempuan yang tidak hanya ada pada “dapur, sumur, dan kasur”. Eksistensi perempuan yang terdidik dengan bekal pengetahuan teknologi dan ilmu pengetahuan lainnya menjadikan perempuan bisa bermanfaat di masyarakat, ” harapnya.

Filawati , S.S., M.Pd

Sementara dalam industri pariwisata, dinamika perempuan memainkan peran penting. Pariwisata dapat menjadi sumber ekonomi yang signifikan bagi perempuan di banyak negara, terutama di daerah pedesaan di mana lapangan kerja lain mungkin terbatas. Namun, perlu diperhatikan bahwa pariwisata juga dapat membawa tantangan seperti eksploitasi atau ketimpangan gender jika tidak diatur dengan baik.
Oleh karena itu, memahami dinamika perempuan dalam konteks pendidikan dan pariwisata adalah kunci untuk memastikan inklusi, kesetaraan, dan kemajuan yang berkelanjutan dalam Masyarakat”, ucap Dr. Dirk Sandarupa, S. S., M. Hum (dosen S1 Pariwisata Unhas/Pengurus HPBD).

Dr. Dirk Rukka Sandarupa, S.S., M.Hum.

Kemudian menurut Nasrullah selaku sekretaris umum HIPMA Gowa Komisariat Uinam bahwa kegiatan pengabdian ini dilakukan agar mampu menumbuhkan pola pikir siswa untuk mengembangkan potensi wisata di Bissoloro, sehingga ada sesuatu yang menjadi nilai tambah di desa Bissoloro.

Khaerunnisa selaku Kabid Keperempuanan HIPMA Gowa Komisariat Uinam, “ kenapa memilih perempuan sebagai audiens karena ini merupakan sebuah gebrakan kami untuk menyongsong perempuan yang mampu berkarya dan eksis di era digital. Jadi bukan hanya kaum laki-laki yang mampu bekerja tetapi kami juga perempuan memiliki peluang yang sama, ” ujar moderator dengan semangat. (Bawa Karaeng, Kama)

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Avatar badge-check

Wartawan

Baca Lainnya

Keberlanjutan Program Pendidikan Tentukan SDM yang Unggul dan Berprestasi

3 Mei 2024 - 06:45 WITA

Refleksi Kinerja Bidang Pendidikan Kabupaten Pinrang Selama 5 Tahun.

30 Maret 2024 - 01:28 WITA

Kantor Baru Disdik Gowa Diresmikan, Bupati Adnan Harap Kualitas Pendidikan Semakin Maju

26 Februari 2024 - 03:29 WITA

Melalui Program PKM, Dosen Farmasi UMI Sosialisasi Bahaya Penggunaan Narkoba

24 Februari 2024 - 03:50 WITA

Kadis Pendikbud Pinrang : SMPN 1 Pinrang Masih Perlu Ditingkatkan Mutunya

17 Januari 2024 - 22:42 WITA

Cuaca Ekstrem, Pemkab Gowa Berlakukan Sekolah Daring

15 Januari 2024 - 21:32 WITA

Trending di Pendidikan