Gowa, baktionline.id
Upaya memperkuat kesadaran politik generasi muda terus dilakukan Bawaslu Kabupaten Gowa bersama Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan melalui kegiatan Bawaslu Membelajarkan dan Kuliah Tamu Tata Kelola Pemilu bertema “Penanganan Pelanggaran Pemilu” yang digelar di Ruang Sidang Kantor Bawaslu Gowa, Senin (18/06/26).
Kegiatan tersebut menghadirkan mahasiswa Program Studi Ilmu Politik UIN Alauddin Makassar yang tampak antusias mengikuti diskusi seputar demokrasi dan kepemiluan. Kuliah tamu ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan peran mahasiswa sebagai kelompok intelektual dalam mengawal proses demokrasi yang jujur dan adil.

Anggota Bawaslu Sulawesi Selatan, Samsuar Saleh menegaskan pentingnya edukasi kepemiluan sebagai langkah membangun kesadaran politik masyarakat sipil.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi pemicu bagi masyarakat untuk memiliki pengetahuan politik serta lebih peduli terhadap pemilu. Mahasiswa diharapkan mampu berkontribusi meningkatkan kesadaran masyarakat, termasuk melalui penelitian dan penulisan skripsi tentang kepemiluan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Anggota Bawaslu Sulsel, Adnan Jamal menekankan pentingnya pola pikir kritis mahasiswa dalam memahami hukum politik dan dinamika pemilu.
Menurutnya, model kuliah tamu seperti ini merupakan bagian dari visi Bawaslu dalam memperkuat kemitraan pengawasan bersama masyarakat sipil demi mewujudkan pengawasan partisipatif.

“Kegiatan ini penting, baik untuk kepentingan Bawaslu maupun masyarakat sipil. Mahasiswa sebagai kaum terpelajar harus memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum teruji kebenarannya,” jelasnya.
Dalam pemaparannya mengenai penanganan pelanggaran pemilu, Adnan juga menegaskan bahwa pemilu yang jujur dan adil lahir dari partisipasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berdaulat. Ia menilai keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu menjadi fondasi penting bagi tegaknya demokrasi.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari mahasiswa terkait pengawasan pemilu, pelanggaran politik, hingga tantangan demokrasi di era digital. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk memahami proses kepemiluan secara lebih mendalam.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu mengambil peran aktif dalam menciptakan budaya politik yang sehat dan berintegritas.
(Bawa Karaeng, Isra)









