Gowa, baktionline.id
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa akan melakukan Jumat Bersih secara serentak sebagai tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dengan memperkuat aksi nyata di bidang lingkungan melalui Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Kegiatan ini akan melibatkan seluruh jajaran pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi vertikal serta masyarakat hingga tingkat RT dan RW.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan, kegiatan bersih-bersih sebenarnya telah rutin dilakukan di Kabupaten Gowa melalui berbagai program, seperti Rabu Sehat dan Gowa Bersih, serta kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh TNI-Polri maupun pemerintah desa dan kelurahan. Namun, untuk memperkuat kolaborasi dan menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia serta Gubernur Sulawesi Selatan, kegiatan tersebut kini diseragamkan pelaksanaannya setiap Jumat secara serentak di 24 kabupaten dan kota.
“Supaya lebih terarah, saling kolaborasi dan kekompakan kita jadwalkan setiap hari Jumat. Ini juga menindaklanjuti arahan Bapak Presiden RI dan Bapak Gubernur Sulsel agar dilaksanakan serentak,” ujarnya dalam pertemuan secara virtual di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Rabu (11/2).

Bupati Talenrang menegaskan, seluruh pimpinan SKPD bersama jajaran ASN wajib terlibat aktif. Kolaborasi dengan TNI, Polri, serta stakeholders lainnya juga harus diperkuat. Bahkan, menurutnya, gerakan ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan pemerintah semata, tetapi harus melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Bukan hanya jajaran pemerintah yang turun, tetapi masyarakat juga harus dilibatkan. RT dan RW silakan turun di wilayah masing-masing. Kita ingin Gowa bersih secara menyeluruh, bukan hanya di jalan poros, tetapi sampai ke lingkungan masyarakat,” tegasnya.
Orang nomor satu di Gowa ini menekankan bahwa konsep bersih yang dimaksud tidak terbatas pada pengangkutan sampah. Pembersihan juga mencakup pemangkasan dahan dan ranting yang mengganggu, pembersihan rumput liar, serta normalisasi drainase dari sedimen dan endapan lumpur.

Hal ini dinilai penting mengingat saat ini memasuki musim penghujan. Ia mengingatkan bahwa drainase yang terlihat bersih di permukaan belum tentu bebas dari endapan di bagian bawah yang berpotensi menghambat aliran air dan menyebabkan banjir.
“Bersih bukan hanya di permukaan. Kita juga harus membersihkan sedimen dan endapan di drainase agar aliran air lancar dan tidak menimbulkan banjir,” tegas Bupati Talenrang.
Ia pun meminta agar kesiapan alat dan armada kebersihan seperti pengangkut sampah, mobil bak sampah mini dan motor viar yang tersebar di kecamatan dan desa dipersiapkan. Termasuk, keterbatasan armada truk sampah besar harus diatasi dengan mengoptimalkan kendaraan kecil agar pengangkutan lebih efektif.
Olehnya, menindaklanjuti hal ini Pemkab Gowa juga akan berkoordinasi dengan pihak swasta dan tokoh masyarakat yang memiliki armada truk untuk membantu proses pengangkutan sampah.

“Kalau hanya mengandalkan armada Pemda, kita akan kewalahan. Karena itu, kita perlu kerja sama dengan pihak swasta maupun masyarakat yang memiliki armada,” katanya.
Termasuk tambah Husniah, pemerintah daerah mendorong keterlibatan sekolah-sekolah dalam menjaga kebersihan lingkungan, minimal memastikan area depan sekolah, drainase, dan ruang terbuka hijau tetap bersih dan terawat.
“Jika gerakan ini dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, maka cita-cita mewujudkan Gowa yang bersih, sehat, dan indah bukan sekadar mimpi, melainkan dapat terwujud dalam waktu yang tidak lama,” terangnya.

Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis mengatakan, untuk pelaksanaan di Kabupaten Gowa, titik kumpul dipusatkan di Lapangan Sultan Hasanuddin. Khususnya, bagi struktur cabang Somba Opu dan seluruh SKPD. Selanjutnya, peserta akan dibagi ke sejumlah titik atau lokasi (lokus) kerja bakti yang telah ditentukan.
“Kita estimasi pukul 07.30 WITA sudah berada di Lapangan Sulhas, dan pukul 08.00 WITA seluruh peserta sudah bergerak ke lokasi masing-masing untuk melaksanakan kerja bakti secara serentak,” tambahnya.
“Kita ingin kebersihan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi budaya bersama di Kabupaten Gowa,” tegas Andy Azis didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis.
(Bawa Karaeng, Isra)









